|
Menyiasati
Bahaya Pandangan
(BAGIAN KEDUA)
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga
tetap tercurah kepada Rasulullah y, beserta para keluarga, sahabat, dan
orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga
akhir zaman.
Fitnah An-Nazhar (bahaya pandangan) merupakan salah satu problematika
terbesar yang menimpa kaum mukminin pada umumnya, kelompok muda pada
khususnya dan lebih khusus lagi kepada mereka yang belum menikah. Sebuah
fitnah yang mengepung di berbagai lokasi, seperti di pasar, rumah sakit,
pesawat terbang, bahkan pada tempat-tempat suci sekalipun. Jauh empat
belas abad yang lampau Rasulullah n telah mengingatkan kita dengan
sabdanya :
"Tiada suatu fitnah (bencana) sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi
kaum pria selain daripada wanita." Muttafaqun `Alaih.
Rasullah juga bersabda :
"Sesungguhnya dunia itu manis nan menawan, dan sesungguhnya Allah
memberikan penguasaannya kepada kamu sekalian, kemudian Dia melihat apa
yang kamu kerjakan. Maka berhati-hatilah kamu terhadap (godaan) dunia dan
wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah
wanita." (H.R. Muslim).
Berikut ini adalah beberapa pencegahan dari fitnah ini yang merupakan
lanjutan dari edisi sebelumnya :
5. Kita menyadari bahwa kedua mata kita akan menjadi saksi di
Yaumil Hisab kelak atas apa yang kita lihat selama hidup di dunia. Firman
Allah l :
"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan
dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah
mereka kerjakan." (QS. 41:20)
Dalam shahih Muslim dari Anas berkata :
"Pada suatu hari kami sedang bersama-sama Rasulullah n kemudian
beliau tertawa, maka beliau bertanya : "Apakah kalian mengetahui apa
yang menjadikan saya tertawa ?", kami menjawab : "Allah dan
Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasulullah n bersabda : (Seorang hamba
bertanya kepada Rabbnya : "Wahai Rabbku bukankah kamu berjanji untuk
melindungiku dari tindakan kezhaliman, Allah l menjawab :
"Benar". Kemudian hamba tersebut berkata : Saya tidak
memperkenankan (perhitungan) atas diri saya kecuali dihadirkan saksi dari
diriku sendiri". Allah l berkata: "Cukuplah bagimu saksinya
dirimu sendiri pada hari ini dan para Malaikat pencatat. Maka mulutnya
terkunci dan diperintahkan kepada seluruh anggota tubuhnya untuk
berbicara, maka anggota tubuhnya menceritakan seluruh perbuatannya, lalu
orang tersebut dipersilahkan untuk berbicara,ia berkata: menjauhlah engkau
(kepada anggota tubuhnya) selanjutnya ia berdebat dengannya."
Dari sini telah menjadi jelas bahwa mata yang anda tundukkan dari hal-hal
yang haram akan memberikan persaksian terhadap anda di hari Qiamat maka
ikatlah ia dari hal-hal yang haram.
6. Mengingat eksistensi Malaikat yang bertugas mencatat segala
perbuatan anda. Firman Allah n :
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. 50:18)
"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang
mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat
(pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu
kerjakan." (QS. 82:10-12)
7. Mengingat bahwa bumi yang kita pijak akan memberikan
persaksian atas seluruh peristiwa kemaksiatan yang terjadi diatasnya.
Allah l berfirman mengenai ihwal bumi pada Hari Qiamat kelak :
"Pada hari itu bumi menceritakan beritanya." (QS. 99:4)
Nabi menafsirkan ayat ini dengan sabdanya :
"Akhbaaruhaa (beritanya) yaitu dengan bumi ini bersaksi atas
setiap manusia dan umat terhadap setiap perbuatan yang dilakukannya di
permukaan bumi, dengan berkata : (Dia melakukan ini dan begini, pada hari
ini dan ini)". H.R. At Tirmidzi, dan berkata : "Hadits hasan
shahih".
8. Ingatlah bahwa bidadari yang menyejukkan mata menunggu para
penghuni surga, dari Abu Hurairah z. dari Nabi :
"Setiap lelaki penduduk syurga memiliki dua istri dari bidadari
yang cantik jelita, setiap bidadari memiliki 70 pakaian, tampak sumsum
betisnya dari belakang daging.
Disarikan dari : Fitnah An-Nazhar wa `Ilajiha.
Penerjemah : Muh. Khairuddin Rendusara.
|