|
|||||||
|
|
|
|||||
|
|
|||||||
|
Menyiasati
Bahaya Pandangan (BAGIAN PERTAMA) Segala puji bagi Allah Rabb semesta
alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah y,
beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah
menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman. "Tiada suatu fitnah (bencana) sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain daripada wanita." Muttafaqun `Alaih. Rasullah juga bersabda : Beberapa Langkah Pencegahan 1. Menghadirkan nash-nash yang memerintahkan untuk menundukkan
pandangan (ghadhdhul bashar) dan larangan melepaskan pandangan kepada
hal-hal yang haram. Diantaranya firman Allah l:
Dari Jarir bin Abdillah z berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah
mengenai "pandangan yang tiba-tiba",
maka beliau bersabda :"Palingkan pandanganmu." Dalam hadits lain, Rasulullah n bersabda : 2. Berlindung kepada Allah l dan berpaling dari fitnah nazhar ini, serta mengikat diri terhadap syahwat pandangan sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari kejahatan fitnah tersebut. Dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim : "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang
yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu
memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. 2:186) Beliau berdoa : Beliau juga berdoa : 3. Pada prinsipnya kita mengetahui dan menyadari, bahwa pada
situasi dan kondisi bagaimana pun anda tidak memiliki hak khiyar (pilihan)
dalam perkara ini. Kita wajib menundukkan pandangan kita terhadap hal-hal
yang diharamkan, di seluruh tempat, waktu dan kondisi. Tidak ada alasan
bagi kita untuk ikut tergelincir pada kerusakan moral dan membebaskan diri
dari kesalahan dengan adanya situasi dan kondisi yang merangsang kita
melakukankan fitnah tersebut. Firman Allah l : "Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. 33:36) 4. Menghadirkan pengawasan Allah l dan keluasan ilmu-Nya sehingga kita merasa takut dan malu kepada-Nya ketika ada kesempatan berbuat dosa. Firman Allah : "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. 50:16) "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati". (QS. 40:19) Rasulullah bersabda :
|
||