|
|||||||
|
|
|
|||||
|
|
|||||||
|
|
Kebaikan-Kebaikan Akan Menghapus Kejahatan
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, sholawat dan salam untuk nabi
dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh
sahabatnya.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda: "Shalat
di masjidku ini lebih afdhal dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali
masjid Haram, dan sholat di masjid Haram lebih afdhal dari 100.000 sholat di
masjid lainnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dan sholat seorang wanita di
rumahnya lebih baik daripada sholat di masjid Haram dan masjid Nabawi.
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang keluar hingga sampai ke masjid
ini, masjid Quba', lalu sholat di dalamnya, maka baginya pahala yang sama
dengan (pahala) umroh." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Dan waktu yang terbaik untuk melaksanakannya adalah ketika matahari sudah
semakin terik, Rasulullah saw. bersabda: "Sholatnya orang-orang yang
bertaubat adalah ketika unta kecil telah merasakan panasnya (matahari)."
(HR. Muslim).
seperti
dengan membaca doa: "Ya Allah, ampunilah orang-orang mukminin dan mukminat,
orang-orang muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup di antara mereka
maupun yang sudah meninggal." Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang
meminta ampun untuk orang-orang mukmin dan mukminat maka Allah akan
menuliskan untuknya setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan." (HR.
Thabrani).
Tahukah Anda bahwa pahala orang yang melaksanakan qiyamul lail pada saat
lailatul qodar lebih afdhal dari pahala ibadah selama kira-kira 83 tahun
lebih 3 bulan? Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya
(Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan
itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun
malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS.
Al-Qodar: 1-5).
yaitu dengan membaca: "Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak
makhluk-Nya, keridhoan diri-Nya, seberat Ars-Nya, dan sepanjang
kalimat-Nya."
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memasuki pasar maka hendaklah ia
membaca [Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku walahul
hamdu yuhyi wayumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoir, wa huwa
'alaa kulli syai'in qodiir.] (Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu
bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Yang menghidupkan dan
Mematikan. Ia hidup dan tidak mati, di Tangan-Nya kebaikan dan Ia Maha Kuasa
atas segala sesuatu.), maka Allah akan menulis baginya satu juta kebaikan,
dihapuskan darinya satu juta kejelekan dan diangkat derajatnya satu juta
derajat." Dan dalam riwayat lain disebutkan: "Dan akan dibangun untuknya
rumah di surga." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).
Karena berumroh di bulan Romadhon sama dengan berhaji sekali. Sebagaimana
sebda Rasulullah saw. kepada Ummu Sinan: "Bila bulan Romadhon tiba maka
berumrohlah karena berumroh di saat tersebut sama dengan berhaji sekali."
Atau bersabda: "sama dengan berhaji bersamaku." (Muttafaqun 'alaihi).
Nabi saw. menganjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah dalam beberapa hari
tertentu dalam satu tahun, misalnya puasa dua hari (Senin dan Kamis),
hari-hari putih (13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), bulan Sya'ban, enam hari
di bulan Syawal, Muharrom, sepuluh Dzulhijjah, puasa hari Arafah bagi selain
jemaah haji dan pada hari Asyura. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa
yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya
(dirinya) dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan." (HR. Ahmad).
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memberi buka pada orang yang
berpuasa maka baginya sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa
mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. Ahmad dan
Tirmidzi).
("Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."). Karena
ucapan ini adalah salah satu kekayaan surga, sebagaimana dijelaskan dalam
salah satu hadits Muttafaqun 'alaihi dari Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda dalam salah satu hadits yang panjang: "Aku berjalan
beriring dengan saudaraku sesama muslim dalam suatu keperluan lebih aku
senangi daripada beri'tikaf di masjid selama satu bulan." (HR. Thabrani dan
ditahsin oleh Al-Albani).
Dari Anas bin Malik ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang
sholat subuh berjamaah lalu duduk-duduk berdzikir kepada Allah hingga
terbitnya matahari kemudian sholat dua rokaat maka ia akan mendapatkan
pahala haji dan umroh." Beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Sempurna,
sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi dan ditahsin oleh Al-Albani).
Dari Sahal bin Saad bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Saya dan pengasuh anak
yatim di surga seperti ini." (HR. Bukhari) "Beliau memberi isyarat dengan
kedua jarinya, jari telunjuk dan tengah." Dan Anda bisa melakukan itu
melalui salah satu yayasan atau lembaga sosial lainnya.
Dari
Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menghadiri
jenazah hingga disholati maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang
menghadirinya hingga dimakamkan maka ia akan mendapatkan dua pahala qirath."
Dikatakan kepada beliau: "Apakah qirath itu?" Beliau menjawab: "Yaitu
seperti dua gunung yang besar." (Muttafaqun 'alaihi).
Rasulullah
saw. bersabda: "Barangsiapa yang sholat isya secara berjamaah maka
seakan-akan ia telah melaksanakan sholat tengah malam, dan barangsiapa yang
sholat subuh berjamaah maka seakan-akan ia telah melaksanakan sholat
sepanjang malam." (HR. Muslim).
Ucapan ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana diriwayatkan
dalam hadits tentang orang-orang fakir Muhajirin yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah (hadits panjang Muttafaqun 'alaihi) dalam bab "Dzikir-dzikir yang
dibaca setelah sholat fardhu."
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia
akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya,
tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada
kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang
mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun." (HR. Muslim). Jadi bila
Anda menasihati orang lain untuk menuju Allah maka pahala nasihat itu ukan
mengalir untukmu selama nasihat itu masih berguna bagi dirinya hingga hari
kiamat. Misalnya dengan menyebarkan kebaikan seperti tulisan-tulisan yang
ada di hadapan Anda sekarang ini, maka Anda akan mendapatkan pahala orang
yang mengamalkannya hingga hari kiamat dengan adzin Allah swt..
Sabda
Rasulullah saw.: "Semoga Allah merahmati seseorang yang sholat 4 rokaat
sebelum ashar." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Empat rokaat itu dilakukan
dengan dua salam setelah adzan dan sebelum iqomah.
Sabda
Rasulullah saw.: "Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit, maka ia akan
tetap di khurfah surga." Rasulullah saw. ditanya: "Apakah khurfah surga itu
wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Buah surga yang dipetik." (HR. Muslim).
"Dan Anda akan diampuni oleh 70.000 malaikat." (Sebagaimana yang terdapat
dalam hadits panjang.)
Bila semua ini terkumpul pada seorang muslim pada satu hari maka ia akan
masuk surga dengan karunia Allah, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu
Bakar ra., di mana Rasulullah saw. bersabda dalam hadits yang panjang:
"Tidaklah hal itu semua berkumpul pada seseorang kecuali ia akan masuk
surga." (HR. Muslim).
Allah swt. berfirman: "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan
mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi
shodaqoh atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia."
(QS. An-Nisa: 114). Dan banyak hadits yang menunjukkan keutamaan hal itu,
yang tidak mungkin kita membahasnya semua karena kesempatan yang terlalu
sempit.
Ucapan ini lebih afdhal daripada hari terbitnya matahari, sebagaimana
terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Nabi saw.. Ucapan
ini juga termasuk yang paling disenangi oleh Allah swt. sebagaimana dalam
hadits shohih.
Karena surat ini sebanding dengan sepertiga Al-Quran dalam hal pahala dan
kandungan maknanya, di mana surat ini mengandung Tauhid, pengagungan dan
penghormatan kepada Allah swt.. Rasulullah saw. bersabda: "Qul huwallahu
ahad, sebanding dengan sepertiga Al-Quran, dan Qul yaa ayyuhal kaafirun,
sebanding dengan seperempat Al-Quran." (HR. Thabrani dan ditashih oleh
as-Suyuti dan al-Albani). Dan perlu diperhatikan bahwa sepertiga dalam
keutamaan tidak berarti merasa cukup membacanya dan meninggalkan bacaan
surat-surat Al-Quran lainnya.
Misalnya
dengan membantu pembangunan masjid, penggalian sumur, madrasah, tempat
pengungsian, pendidikan anak tentang agama yang benar dan adab-adab Islam
serta pendidikan anak untuk selalu melakukan kebaikan, karena bila anak Adam
meninggal maka amalannya akan terputus kecuali tiga hal, di antaranya adalah
anak sholeh yang mendoakan orang tuanya. Termasuk pula mencetak, menyebarkan
dan membagikan buku-buku dan kaset-kaset yang berguna ataupun memberikan
dukungan dana melalui kantor-kantor kerjasama dakwah, penyuluhan dan
bimbingan untuk orang-orang asing atau yayasan dan lembaga keagamaan.
Dari Ummu Habibah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang
senantiasa melaksanakan sholat sunnat 4 rokaat sebelum dhuhur dan 4 rokaat
setelah dhuhur maka Allah akan mengharamkan baginya neraka." (HR. Abu Daud
dan Tirmidzi). Empat rokaat itu dengan dua salam antara adzan dan iqomah,
dan 4 rokaat dengan dua salam setelah sholat dhuhur.
Dari Abdullah bin Salam ra., Nabi saw. bersabda: "Wahai sekalian manusia,
sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di waktu malam sementara
manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR.
Tirmidzi). Rasulullah saw. bersabda: "Sholat yang paling afdhal setelah
sholat fardhu adalah sholat lail." (HR. Muslim).
Rasulullah
saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca ketika mendengar adzan: [Allahumma
rabba hadzihidda'watittaammati washsholatil qooimati aati Muhammadanil
wasiilata walfadhiilata wab'atshu maqoomam mahmuudanilladzi wa 'adtah] ("Ya
Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini (adzan) dan sholat (wajib)
yang ditegakkan ini. Berilah wasilah (derajat yang tinggi) dan fadhilah
kepada Rasulullah dan bangkitkanlah beliau pada maqom yang terpuji yang
telah Engkau janjikan.") Maka ia berhak mendapatkan syafaatku nanti pada
hari kiamat." (HR. Bukhari).
Allah
swt. berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah
dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu
mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS. Faathir: 29). Dari
Ibnu Mas'ud ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca
satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu
dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan bahwa 'alif
laam mim' itu satu huruf, tetapi 'alif' satu huruf, 'laam' satu huruf, dan
'mim' satu huruf." (HR. Tirmidzi dan berkata: "Hadits hasan shohih").
Sabda Rasulullah saw.: "Maukah kalian aku kabarkan kepada kalian amalan yang
paling baik dan suci yang kalian miliki, yang paling tinggi dalam derajat
kalian, paling baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak dan
lebih baik daripada ketika kalian bertemu musuh lalu kalian memenggal
lehernya atau mereka memenggal leher kalian?" Mereka menjawab: "Tentu".
Beliau bersabda: "Yaitu dzikir kepada Allah Ta'ala." (HR. Tirmidzi). |
|